LEADERSHIP
Menurut Kartini Kartono (1994 : 33), "Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan khususnya kecakapan dan kelebihan disatu bidang, sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu, demi pencapaian satu atau beberapa tujuan."
Setiap manusia dilahirkan sebagai pemimpin, seperti memimpin diri sendiri. Begitupula dalam setiap organisasi, pasti mengenal istilah kepemimpinan. Kepemimpinan merupakan suatu elemen yang saling berhubungan satu sama lain untuk menggapai tujuan yang hendak dicapai. Demi mencapai tujuan itu, tentu harus diindahkan dengan sikap dan perilaku yang sesuai etika dan moral, terutama attitude dari sosok seorang pemimpin.
Moralitas dimulai dari sikap beretika. Kata etika berasal dari bahasa Yunani kuno: ethos, dalam bentuk tunggal mempunyai banyak arti: tempat tinggal biasa, padang rumput, kandang habitat, kebiasaan, adat, akhlak, watak, perasaan, sikap, cara berpikir.
Moralitas merupakan faktor sangat penting. Moralitas menjadi elemen yang menentukan karakter seorang pemimpin karena nilai-nilai moral menjadi landasan dalam bertindak, dalam berperilaku, dan juga dalam membuat keputusan-keputusan.
Generasi milenial seharusnya menjadi tokoh dibalik kemajuan bangsa. Generasi milenial harus bisa menjadi seorang pemimpin yang mampu melibatkan diri dalam unsur keberagaman sifat anggota yang menjadi jawabnya.
Pemimpin yang ideal adalah pemimpin yang cerdas dalam membawa diri yang didukung dengan keunggulan berfikir dan peka terhadap hal-hal sekitar. Dalam menjalankan tugasnya, seorang pemimpin yang ideal akan mampu berfikir secara kritis dan memiliki ide-ide yang kreatif untuk keberlangsungan kelompoknya.
Tidak hanya cerdas, pemimpin juga harus berani berinisiatif jika dihadapkan dengan suatu masalah. Pemimpin yang berinisiatif adalah pemimpin yang mampu menggerakkan dirinya sendiri terlebih dahulu untuk memulai segala sesuatunya tanpa adanya paksaan. Dengan sifat inisiatif yang ada dalam diri pemimpin, kekuatan diri dari tiap anggota untuk menjalankan misi kelompok pun akan terjamin dengan baik.
Selain itu, pemimpin harus memiliki sikap yang jujur, bertanggung jawab, dan dapat dipercaya. Pemimpin yang tetap teguh dan mampu berfikir taktis juga harus siap untuk menerima segala resiko yang timbul dari keputusan yang diambil. Dengan pemimpin yang dapat dipercaya, setiap anggota akan merasa lebih terpacu untuk menyatukan hati dan menciptakan keseragaman kelompok demi keutuhan.
Pemimpin di era milenial harus bisa menjadi observer dan pendengar aktif yang baik bagi anggota timnya. Apalagi jika mayoritas timnya adalah kaum milenial. Hal ini dikarenakan kaum milenial tumbuh beriringan dengan hadirnya media sosial yang membuat mereka kecanduan dengan media sosial tersebut. Mereka akan sangat menghargai dan termotivasi jika diberikan kesempatan untuk berbicara, berekspresi, dan diakomodasi ide-idenya oleh perusahaan. Mereka haus akan ilmu pengetahuan, pengembangan diri dan menyukai untuk berbagi pengalaman.
Red.
Setiap manusia dilahirkan sebagai pemimpin, seperti memimpin diri sendiri. Begitupula dalam setiap organisasi, pasti mengenal istilah kepemimpinan. Kepemimpinan merupakan suatu elemen yang saling berhubungan satu sama lain untuk menggapai tujuan yang hendak dicapai. Demi mencapai tujuan itu, tentu harus diindahkan dengan sikap dan perilaku yang sesuai etika dan moral, terutama attitude dari sosok seorang pemimpin.
Moralitas dimulai dari sikap beretika. Kata etika berasal dari bahasa Yunani kuno: ethos, dalam bentuk tunggal mempunyai banyak arti: tempat tinggal biasa, padang rumput, kandang habitat, kebiasaan, adat, akhlak, watak, perasaan, sikap, cara berpikir.
Moralitas merupakan faktor sangat penting. Moralitas menjadi elemen yang menentukan karakter seorang pemimpin karena nilai-nilai moral menjadi landasan dalam bertindak, dalam berperilaku, dan juga dalam membuat keputusan-keputusan.
Generasi milenial seharusnya menjadi tokoh dibalik kemajuan bangsa. Generasi milenial harus bisa menjadi seorang pemimpin yang mampu melibatkan diri dalam unsur keberagaman sifat anggota yang menjadi jawabnya.
Pemimpin yang ideal adalah pemimpin yang cerdas dalam membawa diri yang didukung dengan keunggulan berfikir dan peka terhadap hal-hal sekitar. Dalam menjalankan tugasnya, seorang pemimpin yang ideal akan mampu berfikir secara kritis dan memiliki ide-ide yang kreatif untuk keberlangsungan kelompoknya.
Tidak hanya cerdas, pemimpin juga harus berani berinisiatif jika dihadapkan dengan suatu masalah. Pemimpin yang berinisiatif adalah pemimpin yang mampu menggerakkan dirinya sendiri terlebih dahulu untuk memulai segala sesuatunya tanpa adanya paksaan. Dengan sifat inisiatif yang ada dalam diri pemimpin, kekuatan diri dari tiap anggota untuk menjalankan misi kelompok pun akan terjamin dengan baik.
Selain itu, pemimpin harus memiliki sikap yang jujur, bertanggung jawab, dan dapat dipercaya. Pemimpin yang tetap teguh dan mampu berfikir taktis juga harus siap untuk menerima segala resiko yang timbul dari keputusan yang diambil. Dengan pemimpin yang dapat dipercaya, setiap anggota akan merasa lebih terpacu untuk menyatukan hati dan menciptakan keseragaman kelompok demi keutuhan.
Pemimpin di era milenial harus bisa menjadi observer dan pendengar aktif yang baik bagi anggota timnya. Apalagi jika mayoritas timnya adalah kaum milenial. Hal ini dikarenakan kaum milenial tumbuh beriringan dengan hadirnya media sosial yang membuat mereka kecanduan dengan media sosial tersebut. Mereka akan sangat menghargai dan termotivasi jika diberikan kesempatan untuk berbicara, berekspresi, dan diakomodasi ide-idenya oleh perusahaan. Mereka haus akan ilmu pengetahuan, pengembangan diri dan menyukai untuk berbagi pengalaman.
Red.

Komentar
Posting Komentar