GP ANSOR RINGINTELU MENGADAKAN DISKUSI ANTAR BANOM SE KECAMATAN BANGOREJO
Tepat Malam Ahad 27 Februari 2021/16 Rojab 1442 H kemarin, Nahdlatul Ulama (NU) genap berusia 98 tahun sejak berdiri pada 1344 H. Secara umum, tujuan didirikannya NU adalah sebagai upaya untuk melestarikan, menjaga, serta mengembangkan faham Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja).
GP.Ansor Ranting Ringintelu merayakan peringatan hari lahir (Harlah) NU yang Ke-98 dengan mengadakan forum diskusi antar banom NU se-kecamatan Bangorejo. Diskusi diselenggarakan di Balaidusun Ringintelu. Forum Diskusi tersebut sesuai dengan tema harlah NU yaitu Khidmah NU : Menyebarkan aswaja dan meneguhkan komitmen kebangsaan.
"Kita sebagai generasi penerus NU, tidak sekadar tahu maksud didirikannya NU. Akan tetapi harus bisa mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari," tegas H.Ikhwan Arief, M.Pd.I, Ketua PC GP. Ansor Banyuwangi, saat mengisi diskusi pada kegiatan peringatan Harlah 98 NU pada sabtu (27/2).
Dikatakan, sebagai kader GP.Ansor harus memahami dan mampu mengimplemntasikan perjuangan para ulama aswaja. Oleh karena karena itu, kader-kader muda GP.Ansor harus menjadikan momentum Harlah NU untuk bermuhasabah diri apa yang sudah disumbangkan ke NU "Jangan dibalik apa yang sudah NU berikan kepada kita," tegasnya.
Paham radikalisme hingga kini masih menjadi ancaman. Paham ini lambat laun akan mengancam keutuhan kedaulatan Negara. Untuk menangkal paham radikalisme berkembang, H.Ikhwan Arief, M.Pd.I memberikan pendapat. Antara lain,”kita harus memperkuat tradisi dan memperluas pemahaman agama sebagai penangkal radikalisme serta meneguhkan komitmen kebangsaan kita.”
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua PC GP. Ansor Banuwangi dalam acara Forum Diskusi antar Banom Nu Se-kecamatan Bangorejo yang digelar Ranting GP.Ansor Ringintelu, bersama Ormas Kepemudaan desa Ringintelu dalam rangka menguatkan kebhinekaan untuk menangkal radikalisme dan intoleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Agama menjadi dasar manusia supaya tidak tersesat dalam idiologi radikalisme. Tentu pemahaman agama yang sesuai Islam rahmatan lil ‘alamin yang menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia,” Kh. Ahmad Munib Syafaat selaku narasumber 2 dalam acara tersebut..
Sementara itu acara ini di kemas dalam bentuk diskusi dan dilanjutkan sesi Tanya jawab. Acara di moderatori Nurkafidz Nizam Fahmi selaku sekertaris GP.Ansor Ringintelu dengan pemateri oleh H.Ikhwan Arief,M.Pd.I selaku Ketua PC GP.Ansor Banyuwangi dan KH Ahmad Munib Syafa’at Rektor IAI Darussalam Blokagung.
H.Ikhwan Arief,M.Pd.I selaku Ketua PC GP.Ansor Banyuwangi menjelaskan, radikalisme bukanlah sebuah produk dari keputusan yang singkat tetapi hasil dari proses panjang yang perlahan lahan mendorong seseorang komitmen pada aksi kekerasan atas nama Tuhan. Dikatakan, akar radikalisme dan hilangnya rasa nasionalisme tidaklah tunggal bahkan saling berkaitan karena itu cara penanganannya juga tidak bisa dilakukan dengan metode tunggal. harus banyak aspek, perspektif dan metedologi.
“Ibarat sebuah penyakit, radikalisme dan hilangnya rasa nasionalisme ini termasuk penyakit yang sudah mengalami komplikasi, butuh dokter spesialis dan juga obat yang tepat,” jelasnya.
KH Ahmad Munib Syafa’at mengatakan, momen ini adalah momen sangat baik karena Allah SWT menciptakan Negara Indonesia adalah negara yang majemuk berupa kebhinekaan suku bangsa agama dan ras ini adalah harus kita syukuri dan jaga bersama.
“Ancaman untuk merusak persatuan dan kesatuan sudah mulai muncul benih benih yaitu aksi terorisme, perlakuan SARA dan kegiatan intoleransi ini harus kita hindari, maka dari itu kita bersama sama menjaga agar negara indonesia tetap utuh , untuk itu mari kita bersama sama untuk menjaganya,” terangnya.
Ditambahkan KH Ahmad Munib Syafa’at mengatakan, dalam rangka menangkal masuknya paham radikalisme ada dua yaitu cegah sejak usia dini dengan pemahaman nasialisme dan toleransi berdasarkan nilai nilai bangsa yang berbudaya dan berwibawa.
Acara juga disertai tanya jawab dan di tutup dengan pemberian penghargaan oleh Ketua Ranting GP.Ansor Ringintelu Sahabat Taufiq Ilham Hidayat kepada kedua Narasumber.
Saat di temui, ketua GP ANSOR Ringintelu sahabat Taufiq , " kegiatan kegiatan semacam ini dan kegiatan positif lainnya akan terus gencar kami laksanakan untuk menambah wawasan serta pemahaman ideologi berorganisasi dan bernegara dengan benar, baik terhadap anggota maupun pemuda di desa mengingat pemuda adalah ujung tombak pergerakan sebuah bangsa dan negara", Pungkasnya .




Komentar
Posting Komentar